Dampak dari LGBT yang paling jadi perhatian gue, laki laki perempuan "kumpul kumpul" menjadi hal yang wajar, padahal itu nggak wajar. Laki laki dan perempuan punya batasan dalam berhubungan. Makin marak LGBT, makin marak juga seks bebas. Penyakit seksual menular bertambah banyak seiring bertambah jumlah pelaku LGBT, hal ini menjadi pertanyaan, apakah kenaikan kasus penyakit seksual berhubungan dengan bertambah jumlah pelaku LGBT?
Selasa, 06 November 2018
PEKAT nya LGBT
Dampak dari LGBT yang paling jadi perhatian gue, laki laki perempuan "kumpul kumpul" menjadi hal yang wajar, padahal itu nggak wajar. Laki laki dan perempuan punya batasan dalam berhubungan. Makin marak LGBT, makin marak juga seks bebas. Penyakit seksual menular bertambah banyak seiring bertambah jumlah pelaku LGBT, hal ini menjadi pertanyaan, apakah kenaikan kasus penyakit seksual berhubungan dengan bertambah jumlah pelaku LGBT?
Selasa, 14 Agustus 2018
Skin Pores
Kulit kita memiliki rambut rambut halus kecuali telapak kaki dan telapak tangan. Bulu bulu halus ini memiliki folikel rambut di bawah kulit dan kelenjar minyak. Selain itu, kulit kita juga mempunyai kelenjar keringat. Nah, pori pori menjadi saluran seperti tabung dari folikel rambut dan kelenjar minyak dan juga kelenjar keringat. saluran ini akan bermuara di permukaan kulit.
Pada permukaan kulit, pori pori biasanya tampak seperti lobang lobang kecil, kadang pori pori wajah yg tampak bukan pori pori yang sebenarnya tapi hanya permukaan kulit yang tertekan.
Kedua, elastisitas kulit menurun terutama kulit disekitar pori. Kulit disekitar pori seperti mengerucut jadi pori tampak lebih lebar. Ketiga, faktor hormonal/siklus menstruasi. Keempat, penuaan, dan kelima terpapar sinar matahari, kulit yang terpapar matahari cenderung menjadi kering dan tidak supple, ini akan membuat pori pori wajah menjadi lebih lebar.
Pori pori tidak akan pernah hilang, namun kita bisa meminimalisir ukurannya.
- eksfoliasi secara teratur sesuai kebutuhan kulit, maksimal 3 kali seminggu. Jangan gunakan bahan bahan yang terlalu abrasif karena akan merusak lapisan kulit.
- Double cleansing, terutama untuk yang suka menggunakan make up
- Maskeran dengan kaolin clay mask 2 kali seminggu, masker ini dapat membantu agar pori pori wajah menjadi bersih. Jika keseringan muka kita bisa kering
- Menggunakan pelembab agar kulit menjadi elastis, terhidrasi, dan lembut.
- Memakai suncreen, melindungi kulit dari sinar matahari agar kulit tetap supple
- Diet sehat, hindari makanan yang mengandung lemak tinggi dan mengandung minyak tidak sehat. Perbanyak konsumi buah, sayur, dan makanan berserat
Kamis, 02 Agustus 2018
Sweet 17th
Usia 17 tahun usia pertanda kamu udah dewasa. Usia dimana kita dituntut untuk bertanggung jawab atas diri sendiri, sementara kita masih pengen main main. Diumur yang sudah seperempat abad, kilas balik umur 17 tahun seketika berkelebat. Ada hal yang missing yang baru aku sadari.
17 tahun, usia perpisahan
Yup, perpisahan dengan masa kecil
Perpisahan dengan kesenangan kesenangan untuk diri sendiri
Perpisahan dengan zona aman dan nyaman.
Perpisahan dengan orang tua dan keluarga
Memikirkan itu membuat aku sedih.
Sedih karena kebersamaan bersama keluarga setelah umur 17 tidak akan sama lagi. Terutama buat kamu yang merantau apakah untuk kuliah atau bekerja.
Tidak ada lagi hari hari dimana Ayah Ibu yang membangunkan di pagi hari, mengomel ngomel, mengingatkan belajar, menyiapkan makanan. Semua zona nyaman sudah tertinggal dibelakang.
Sementara itu, apa yang aku lakukan selama 17 tahun? Hanya mementingkan kesenangan diri sendiri. Ketika remaja, dimana udah bisa mulai mandiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Aku malah asyik bermain dengan teman, tidak betah di rumah, apalagi membantu bersih bersih rumah. Sibuk dengan alasan banyak peer atau les atau belajar kelompok. Hmmm alasan sekolah memang menjadi alasan ampuh supaya diijinkan buat keluar. Iya belajar, iya les, dan benar ada tugas kelompok, tapi lebih banyak mainnya dari pada belajar.
Sekarang, waktu 24 jam terasa semakin sempit. Tak jarang waktu untuk bertatap muka dengan Ayah Ibu harus dikorbankan demi hal hal lain. Walau begitu, ketika bisa berkumpul dengan mereka, manfaatkan sebaik baikny. Fokus dengan mereka dan tidak disambi dengan scrolling layar handphone.
Rabu, 11 April 2018
Ketika Aku Tidak Perlu Usaha Apa Apa
Ada banyak kisah tentang perjuangan. Ada banyak kisah tentang keajaiban. Ada kisah tentang perjuangan dan diakhiri keajaiban yang membuat aku optimis dengan kehidupan, tapi ada kisah perjuangan yang berakhir menyedihkan yang membuat aku tau tentang hikmah. Terakhir ada kisah tanpa perjuangan tapi diakhiri dengan keajaiban.
Kisah terakhir sering membuat aku termangu bahkan merasa tidak adil. Kenapa bisa begitu? Kenapa aku begini? Perjuangan aku tidak sebanding dengan dia? Kata kata itu terus tergiang di kepalaku hingga aku berhenti di satu titik kesimpulan. Aku tidak perlu usaha apa apa.
Bagaimana bisa? Bagaimana itu mungkin? Apa kisahku akan selalu berakhir dengan keajaiban?
Lama aku berpikir, menimbang nimbang kembali ide "aku tidak perlu usaha apa apa"
Akhirnya aku kembali ke kesimpulan awalku.
Benar, aku tidak perlu usaha apa apa.
Manusia memang dituntut untuk ikhtiar, berusaha.
Tiap hari aku berusaha untuk memberikan yang terbaik, menuntaskan semua kepentinganku, mencapai target target. Padahal, manusia sudah diberikan porsi masing masing. Porsi beban hidupnya dan porsi rezekinya. segalanya sudah diatur sedemikian rupa. Tapi kenapa masih harus berusaha?
Untuk apa berusaha? Untuk siapa berusaha? Disitu aku terhenyak dan tertegun dengan pertanyaan pertanyaan yang menusuk nusuk di otak. Tapi sayangnya otak pun tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Setelah pencarian jawaban yang panjang. Suara hati mulai mencuat di permukaan. Ya, hati lah yang bisa menjawab semua pertanyaan itu. Kenapa hati bisa menjawab? Karena Sang Pemilik Hati yang membuat dia menjawab. Selalu mintalah kepada-Nya untuk dibukakan hati hingga suara hati bisa terdengar jernih di kepala.
Inilah jawaban hati. Hidup ini adalah hidup kamu. Perjuangan ini adalah perjuangan kamu. Tujuan hidup kamu manusia sudah ditulis didalam kitab suci. Tapi kamu berjuang untuk hal lain. Kamu tidak perlu usaha apa apa untuk menjadi ini itu. Tidak perlu berharap, tidak perlu mencapai target yang muluk-muluk, tapi capailah keridhoan-Nya. Berusaha untuk diri mu sendiri sebagai hamba-Nya. Tidak perlu berekspektasi terhadap hasil, tapi yakinlah semua yang terjadi nanti adalah yang terbaik.
Semua kisah memang penuh pahit dan manis. Jika perjuangan hidupmu benar pasti akan ada kisah manis di akhir nya, itu lah janji-Nya.
Minggu, 08 April 2018
Periodontal list
Periodontal merupakan jaringan yang menyokong gigi. Jaringan periodontal terdiri dari gingiva, ligamen periodontal, sementum, dan tulang alveolar.
Gingiva normal berwarna coral pink, mempunyai stippling, kedalalaman sulkusnya 1-3 mm. Gingiva terdiri dari gingival margin/free gingival dan attached gingival. Dalam sulkus gingiva terdapat cairan sulkus yang meningkat ketika terjadi inflamasi. Gingival mempunyai serabut atau fiber, yaitu dentogingival fiber, sirkular fiber, dan transeptal fiber.
Ligamen periodontal berupa serabut yang menghubungkan sementum dengan tulang alveolar. Serabut periodontal terdiri dari serabut alveolarcrest, serabut horizontal, serabut oblique, serabut apikal, dan serabut interradikular. Ketika terjadi kegoyangan pada gigi. Serabut alveolarcrest yang paling banyak mengalami kerusakan.
Sementum merupakan lapisan terluar dari akar gigi. Sementum memiliki bagian aseluler dan seluler.
Tulang alveolar merupakan tulang yang menyokong gigi. Bagian paling luar dinamakan lamina dura Tulang alveolar terdiri dari tulang konselus/spongiosa dan tulang kompakta/kortikal.
Penyakit periodontal
Plak merupakan salah satu etiologi penyakit periodontal. Pembentukan plak dimulai dengan pelicel. Pelicel atau dental biofilm merupakan selaput yang menyelimuti gigi yang terbentuk oleh protein saliva. Protein saliva menjadi reseptor bagi bakteri kolonisasi awal. Kolonisasi bakteri menyebabkan lingkungan gigi menjadi anaerob. Setelah kolonisasi ini menjadi matur, bakteri melakukan koadesi dengan kolonisasi kedua.
Etiologi penyakit periodontal lainnya adalah kalkulus, impaksi makanan, traumatic occlusion, hormonal, penyakit sistemik seperti diabetes melitus, kelainan Hematologi, obat obatan seperti antikonvulsan, Ca channel blockers, imunosupresan, bruxism.
Perawatan periodontal
Fase emergensi, perawatan untuk kasus darurat berupa abses periodontal akut berupa insisi abses, dan perawatan ANUG (acute necrotizing ulcerative gingivitis) yaitu usap jaringan nekrotik, irigasi dengan H2O2, resepkan antibiotik
Fase inisial, perawatannya berupa scalling, root planning, dental health education, occlusal adjustments, splinting, perbaikan restorasi yang overhanging.
Fase bedah, perawatan pembedahan berupa kuretase, reconstructive surgery, resective surgery, gingivectomy.
Kuretase dilakukan jika poket periodontal 3-4 mm. Kuretase sering disebut bedah periodontal tertutup
Reconstructive surgery dilakukan untuk mengembalikan jaringan periodontal akibat kecatatan penyakit periodontal dengan menggunakan bone graft, tissue guide regeneration, growth factor, enamel protein.
Resective surgery dilakukan untuk menghilangkan defect pada tulang alveolar, defect 1 atau 2 dinding perlu dilakukan bedah ini.
Gingivectomy dilakukan pada kasus gingival enlargement, dengan kedalaman poket lebih dari 4 mm.
Flap yang digunakan untuk bedah perio adalah
1. full thickness flap, flap yang mengekspos tulang
2. Partial thickness flap, flap tidak mengekspos tulang
Untuk perawatan resesi gingiva grade 3 dan 4 dilakukan bedah perio berupa coronally displaced flap atau laterally displaced flap
Fase pemeliharaan, perawatan yang dilakukan berupa kontrol kesehatan jaringan periodontal setelah dilakukan perawatan periodontal