Usia 17 tahun usia pertanda kamu udah dewasa. Usia dimana kita dituntut untuk bertanggung jawab atas diri sendiri, sementara kita masih pengen main main. Diumur yang sudah seperempat abad, kilas balik umur 17 tahun seketika berkelebat. Ada hal yang missing yang baru aku sadari.
17 tahun, usia perpisahan
Yup, perpisahan dengan masa kecil
Perpisahan dengan kesenangan kesenangan untuk diri sendiri
Perpisahan dengan zona aman dan nyaman.
Perpisahan dengan orang tua dan keluarga
Memikirkan itu membuat aku sedih.
Sedih karena kebersamaan bersama keluarga setelah umur 17 tidak akan sama lagi. Terutama buat kamu yang merantau apakah untuk kuliah atau bekerja.
Tidak ada lagi hari hari dimana Ayah Ibu yang membangunkan di pagi hari, mengomel ngomel, mengingatkan belajar, menyiapkan makanan. Semua zona nyaman sudah tertinggal dibelakang.
Sementara itu, apa yang aku lakukan selama 17 tahun? Hanya mementingkan kesenangan diri sendiri. Ketika remaja, dimana udah bisa mulai mandiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Aku malah asyik bermain dengan teman, tidak betah di rumah, apalagi membantu bersih bersih rumah. Sibuk dengan alasan banyak peer atau les atau belajar kelompok. Hmmm alasan sekolah memang menjadi alasan ampuh supaya diijinkan buat keluar. Iya belajar, iya les, dan benar ada tugas kelompok, tapi lebih banyak mainnya dari pada belajar.
Sekarang, waktu 24 jam terasa semakin sempit. Tak jarang waktu untuk bertatap muka dengan Ayah Ibu harus dikorbankan demi hal hal lain. Walau begitu, ketika bisa berkumpul dengan mereka, manfaatkan sebaik baikny. Fokus dengan mereka dan tidak disambi dengan scrolling layar handphone.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar