Rabu, 11 April 2018

Ketika Aku Tidak Perlu Usaha Apa Apa

Ada banyak kisah tentang perjuangan. Ada banyak kisah tentang keajaiban. Ada kisah tentang perjuangan dan diakhiri keajaiban yang membuat aku optimis dengan kehidupan, tapi ada kisah perjuangan yang berakhir menyedihkan yang membuat aku tau tentang hikmah. Terakhir ada kisah tanpa perjuangan tapi diakhiri dengan keajaiban.
Kisah terakhir sering membuat aku termangu bahkan merasa tidak adil. Kenapa bisa begitu? Kenapa aku begini? Perjuangan aku tidak sebanding dengan dia? Kata kata itu terus tergiang di kepalaku hingga aku berhenti di satu titik kesimpulan. Aku tidak perlu usaha apa apa.
Bagaimana bisa? Bagaimana itu mungkin? Apa kisahku akan selalu berakhir dengan keajaiban?
Lama aku berpikir, menimbang nimbang kembali ide "aku tidak perlu usaha apa apa"
Akhirnya aku kembali ke kesimpulan awalku.
Benar, aku tidak perlu usaha apa apa.

Manusia memang dituntut untuk ikhtiar, berusaha.
Tiap hari aku berusaha untuk memberikan yang terbaik, menuntaskan semua kepentinganku, mencapai target target. Padahal, manusia sudah diberikan porsi masing masing. Porsi beban hidupnya dan porsi rezekinya. segalanya sudah diatur sedemikian rupa. Tapi kenapa masih harus berusaha?
Untuk apa berusaha? Untuk siapa berusaha? Disitu aku terhenyak dan tertegun dengan pertanyaan pertanyaan yang menusuk nusuk di otak. Tapi sayangnya otak pun tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Setelah pencarian jawaban yang panjang. Suara hati mulai mencuat di permukaan. Ya, hati lah yang bisa menjawab semua pertanyaan itu. Kenapa hati bisa menjawab? Karena Sang Pemilik Hati yang membuat dia menjawab. Selalu mintalah kepada-Nya untuk dibukakan hati hingga suara hati bisa terdengar jernih di kepala.

Inilah jawaban hati. Hidup ini adalah hidup kamu. Perjuangan ini adalah perjuangan kamu. Tujuan hidup kamu manusia sudah ditulis didalam kitab suci. Tapi kamu berjuang untuk hal lain. Kamu tidak perlu usaha apa apa untuk menjadi ini itu. Tidak perlu berharap, tidak perlu mencapai target yang muluk-muluk, tapi capailah keridhoan-Nya. Berusaha untuk diri mu sendiri sebagai hamba-Nya. Tidak perlu berekspektasi terhadap hasil, tapi yakinlah semua yang terjadi nanti adalah yang terbaik.

Semua kisah memang penuh pahit dan manis. Jika perjuangan hidupmu benar pasti akan ada kisah manis di akhir nya, itu lah janji-Nya.

Minggu, 08 April 2018

Periodontal list

Periodontal merupakan jaringan yang menyokong gigi. Jaringan periodontal terdiri dari gingiva, ligamen periodontal, sementum, dan tulang alveolar.

Gingiva normal berwarna coral pink, mempunyai stippling, kedalalaman sulkusnya 1-3 mm. Gingiva terdiri dari gingival margin/free gingival dan attached gingival. Dalam sulkus gingiva terdapat cairan sulkus yang meningkat ketika terjadi inflamasi. Gingival mempunyai serabut atau fiber, yaitu dentogingival fiber, sirkular fiber, dan transeptal fiber.

Ligamen periodontal berupa serabut yang menghubungkan sementum dengan tulang alveolar. Serabut periodontal terdiri dari serabut alveolarcrest, serabut horizontal, serabut oblique, serabut apikal, dan serabut interradikular. Ketika terjadi kegoyangan pada gigi. Serabut alveolarcrest yang paling banyak mengalami kerusakan.

Sementum merupakan lapisan terluar dari akar gigi. Sementum memiliki bagian aseluler dan seluler.

Tulang alveolar merupakan tulang yang menyokong gigi. Bagian paling luar dinamakan lamina dura  Tulang alveolar terdiri dari tulang konselus/spongiosa dan tulang kompakta/kortikal.

Penyakit periodontal
Plak merupakan salah satu etiologi penyakit periodontal. Pembentukan plak  dimulai dengan pelicel. Pelicel atau dental biofilm merupakan selaput yang menyelimuti gigi yang terbentuk oleh protein saliva. Protein saliva menjadi reseptor bagi bakteri kolonisasi awal. Kolonisasi bakteri menyebabkan lingkungan gigi menjadi anaerob. Setelah kolonisasi ini menjadi matur, bakteri melakukan koadesi dengan kolonisasi kedua.
Etiologi penyakit periodontal lainnya adalah kalkulus, impaksi makanan, traumatic occlusion, hormonal, penyakit sistemik seperti diabetes melitus, kelainan Hematologi, obat obatan seperti antikonvulsan, Ca channel blockers, imunosupresan, bruxism.

Perawatan periodontal
Fase emergensi, perawatan untuk kasus darurat berupa abses periodontal akut berupa insisi abses, dan perawatan ANUG (acute necrotizing ulcerative gingivitis) yaitu usap jaringan nekrotik, irigasi dengan H2O2, resepkan antibiotik

Fase inisial, perawatannya berupa scalling, root planning, dental health education, occlusal adjustments, splinting, perbaikan restorasi yang overhanging.

Fase bedah, perawatan pembedahan berupa kuretase, reconstructive surgery, resective surgery, gingivectomy.
Kuretase dilakukan jika poket periodontal 3-4 mm. Kuretase sering disebut bedah periodontal tertutup
Reconstructive surgery dilakukan untuk mengembalikan jaringan periodontal akibat kecatatan penyakit periodontal dengan menggunakan bone graft, tissue guide regeneration, growth factor, enamel protein.
Resective surgery dilakukan untuk menghilangkan defect pada tulang alveolar, defect 1 atau 2 dinding perlu dilakukan bedah ini.
Gingivectomy dilakukan pada kasus gingival enlargement, dengan kedalaman poket lebih dari 4 mm.
Flap yang digunakan untuk bedah perio adalah
1. full thickness flap, flap yang mengekspos tulang
2. Partial thickness flap, flap tidak mengekspos tulang
Untuk perawatan resesi gingiva grade 3 dan 4 dilakukan bedah perio berupa coronally displaced flap atau laterally displaced flap
Fase pemeliharaan, perawatan yang dilakukan berupa kontrol kesehatan jaringan periodontal setelah dilakukan perawatan periodontal