Periodontal merupakan jaringan yang menyokong gigi. Jaringan periodontal terdiri dari gingiva, ligamen periodontal, sementum, dan tulang alveolar.
Gingiva normal berwarna coral pink, mempunyai stippling, kedalalaman sulkusnya 1-3 mm. Gingiva terdiri dari gingival margin/free gingival dan attached gingival. Dalam sulkus gingiva terdapat cairan sulkus yang meningkat ketika terjadi inflamasi. Gingival mempunyai serabut atau fiber, yaitu dentogingival fiber, sirkular fiber, dan transeptal fiber.
Ligamen periodontal berupa serabut yang menghubungkan sementum dengan tulang alveolar. Serabut periodontal terdiri dari serabut alveolarcrest, serabut horizontal, serabut oblique, serabut apikal, dan serabut interradikular. Ketika terjadi kegoyangan pada gigi. Serabut alveolarcrest yang paling banyak mengalami kerusakan.
Sementum merupakan lapisan terluar dari akar gigi. Sementum memiliki bagian aseluler dan seluler.
Tulang alveolar merupakan tulang yang menyokong gigi. Bagian paling luar dinamakan lamina dura Tulang alveolar terdiri dari tulang konselus/spongiosa dan tulang kompakta/kortikal.
Penyakit periodontal
Plak merupakan salah satu etiologi penyakit periodontal. Pembentukan plak dimulai dengan pelicel. Pelicel atau dental biofilm merupakan selaput yang menyelimuti gigi yang terbentuk oleh protein saliva. Protein saliva menjadi reseptor bagi bakteri kolonisasi awal. Kolonisasi bakteri menyebabkan lingkungan gigi menjadi anaerob. Setelah kolonisasi ini menjadi matur, bakteri melakukan koadesi dengan kolonisasi kedua.
Etiologi penyakit periodontal lainnya adalah kalkulus, impaksi makanan, traumatic occlusion, hormonal, penyakit sistemik seperti diabetes melitus, kelainan Hematologi, obat obatan seperti antikonvulsan, Ca channel blockers, imunosupresan, bruxism.
Perawatan periodontal
Fase emergensi, perawatan untuk kasus darurat berupa abses periodontal akut berupa insisi abses, dan perawatan ANUG (acute necrotizing ulcerative gingivitis) yaitu usap jaringan nekrotik, irigasi dengan H2O2, resepkan antibiotik
Fase inisial, perawatannya berupa scalling, root planning, dental health education, occlusal adjustments, splinting, perbaikan restorasi yang overhanging.
Fase bedah, perawatan pembedahan berupa kuretase, reconstructive surgery, resective surgery, gingivectomy.
Kuretase dilakukan jika poket periodontal 3-4 mm. Kuretase sering disebut bedah periodontal tertutup
Reconstructive surgery dilakukan untuk mengembalikan jaringan periodontal akibat kecatatan penyakit periodontal dengan menggunakan bone graft, tissue guide regeneration, growth factor, enamel protein.
Resective surgery dilakukan untuk menghilangkan defect pada tulang alveolar, defect 1 atau 2 dinding perlu dilakukan bedah ini.
Gingivectomy dilakukan pada kasus gingival enlargement, dengan kedalaman poket lebih dari 4 mm.
Flap yang digunakan untuk bedah perio adalah
1. full thickness flap, flap yang mengekspos tulang
2. Partial thickness flap, flap tidak mengekspos tulang
Untuk perawatan resesi gingiva grade 3 dan 4 dilakukan bedah perio berupa coronally displaced flap atau laterally displaced flap
Fase pemeliharaan, perawatan yang dilakukan berupa kontrol kesehatan jaringan periodontal setelah dilakukan perawatan periodontal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar